GEGAS || PEKANBARU – Kapolda Riau Herry Heryawan bersama akademisi Rocky Gerung tampil sebagai pemateri utama dalam kegiatan Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau yang digelar di Pulau Tongah, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu-Minggu (25–26/4/2026).
Kegiatan bertema “Karhutla, Keadilan Ekologis dan Masa Depan Riau” ini diikuti sekitar 142 mahasiswa dari berbagai organisasi, termasuk Cipayung Plus dan sejumlah organisasi ekstra kampus.
Forum ini menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan mahasiswa, aparat penegak hukum, akademisi, hingga aktivis dalam membahas persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di Riau.
Rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi peserta di Mapolda Riau, dilanjutkan perjalanan menuju lokasi kemah. Agenda kemudian diisi dengan diskusi teknis terkait karhutla, mulai dari realitas lapangan, aspek penegakan hukum, hingga strategi mitigasi.
Selain itu, mahasiswa juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) terkait persoalan narkoba di kabupaten/kota di Riau, serta sesi dialog interaktif dan refleksi kebangsaan.
Puncak kegiatan berlangsung pada malam hari melalui api unggun kebangsaan yang diisi dialog terbuka bertema “Karhutla, Negara dan Masa Depan Demokrasi”. Momentum ini dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan gagasan kritis, sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya peran generasi muda dalam isu lingkungan.
Kemah kebangsaan ini diinisiasi sebagai respon atas kompleksitas persoalan karhutla yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, stabilitas sosial hingga kepercayaan publik terhadap tata kelola negara.
Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis sebagai kekuatan intelektual yang mampu mendorong perubahan, meski selama ini keterlibatan mereka masih sporadis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir konsolidasi gerakan mahasiswa yang lebih terarah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara aparat, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pencegahan karhutla.
Terlepas soal itu, sebanyak 142 peserta Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau ini bertolak dari Mapolda sekira pukul 09.30 WIB menggunakan 9 (sembilan) unit bus Brimob Polda.
Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau ini diharapkan menjadi titik temu antara dialektika kritis dan pengalaman lapangan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi persoalan karhutla secara berkelanjutan. * (Denny W)
