GEGAS.CO || PEKANBARU - Bawaslu Kampar kembali bungkam saat ditanya perkembangan politik uang yang diduga dilakukan calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten dari Partai Demokrat berinisial MA.
Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Kamis (22/2/2024), Ketua Bawalsu Kampar Syawir Abdullah tidak memberikan tanggapan.
Pun ketika dihubungi lansung dinomornya, 0852-6554-**** , Syawir pun tidak mau mengangkat panggilan masuk.
Padahal, Gegas.co ingin mengetahui hasil pemanggilan 5 (lima) orang saksi untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan politik uang berupa pembagian paket sembako yang diduga dilakukan Caleg MA.
Sumber Gegas.co mengatakan kelima saksi itu diundang untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan politik uang itu di kantor Sekretariat Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Tambang. Kelima saksi yang dipanggil itu masing masing berinisial Khai, Wan Ca, SWA, Dara dan Ilona.
Seperti diketahui Bawaslu Kabupaten Kampar menyergap 2 unit mobil pick up yang bermuatan paket sembako diduga milik Caleg MA. Paket paket sembako itu siap dibagikan masyarakat pemilih di Desa Pulau Permai dan Balam Jaya.
Bahkan kata sumber Gegas.co, caleg MA ini sempat dipanggil Bawaslu Kampar. Tetapi anehnya, tidak ada keterangan resmi dari pihak Bawaslu Kampar tentang perkembangan kasus ini. * (Denny W)
